|
Materi Ajar |
|
Tulang dan Sendi Manusia |
|
Capaian Pembelajaran (CP) |
|
pada akhir fase C, Peserta didik mampu memahami struktur dan fungsi sistem organ manusia, Khususnyasistem rangka dan sendi serta keterkaitannya dengan gerak dan kesehatan. Peserta didik dapat mengidentifkasi jens rangka, jenis tulang dan jenis sendi serta menerapkan perilaku menjaga kesehatan sistem gerak manusia. |
|
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) |
|
|
Tujuan Pembelajaran (TP) |
|
Sistem Rangka Manusia
Sistem rangka adalah susunan tulang tulang yang membentuk tubuh manusia. Tulang-tulang ini saling berhubungan dan bekerja sama membentuk kerangka tubuh yang kuat dan lentur. Pada saat lahir, manusia memiliki 270 tulang. Seiring waktu, beberapa tulang akan menyatu sehingga 206 tulang saat mencapai fase dewasa.
Rangka tubuh manusia memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:
- Menopang Tubuh. Rangka membuat tubuh kita dapat berdiri tegak, Tanpa rangka, tubuh kita akan lemas dan tidak memiliki bentuk seperti jeli.
- Melindungi organ dalam yang penting Beberapa tulang memiliki bentuk khusus yang dirancang untuk melindungi organ vital agar tidak mudah terluka, Contohnya: Tulang tengkorak melindungi otak dari benturan, Tulang rusuk dan tulang dada melindungi jantung dan paru-paru, Tulang belakang melindungi sumsum, tulang belakang yang menghubungkan otak dengan seluruh tubuh, Tulang panggul melindungi organ reproduksi dan pencernaan bagian bawah.
- Memberi Bentuk Tubuh. Rangka menentukan bentuk dan postur tubuh manusia. Setiap bagian rangka membentuk struktur tubuh tertentu. seperti rangka kepala menentukan bentuk wajah dan rangka kaki dan tangan menentukan panjang dan ukuran tubuh.
- Alat gerak pasif. Rangka disebut alat gerak pasif karena tidak dapat bergerak sendiri. Rangka baru bisa bergerak jika dibantu oleh otot, yang disebut alat gerak aktif. Seperti Saat menulis, otot lengan dan tangan menggerakkan tulang jari. Tulang dan otot bekerja sama agar tubuh bisa bergerak.
- Tempat Pembentukan Sel Darah. Di dalam beberapa tulang terdapat sumsum tulang yang berfungsi untuk membentuk sel-sel darah
- Tempat Menyimpan Mineral. Tulang juga berfungsi sebagai gudang penyimpanan mineral, terutama kalsium dan fosfor. Tulang membantu tubuh mengatur dan menyimpan mineral penting agar tetap sehat.
Jenis Sistem Rangka Manusia
Sistem rangka manusia terdiri dari dua jenis utama yaitu sebagai berikut:
| Gambar Tulang Rangka Aksial dan Apendikular Sumber: Google |
- Tulang Rangka Aksial, Rangka aksial disebut juga rangka utama atau rangka pusat, karena berada di bagian tengah tubuh. Rangka aksial membentuk poros utama tubuh manusia yang berfungsi sebagai pelindung dan penopang terhadap organ organ dalam tubuh manusia.
- Tulang Anggota Gerak, Rangka anggota gerak disebut juga rangka apendikular, karena berhubungan dengan alat gerak tubuh seperti tangan dan kaki. Rangka ini terdiri dari anggota gerak atas (tangan) dan anggota gerak bawah (kaki), yang dihubungkan dengan tulang panggul dan tulang bahu. Fungsi rangka anggota gerak yaitu Membantu tubuh bergerak dan berpindah tempat, Menghubungkan anggota tubuh dengan rangka utama dan Menyokong aktivitas sehari-hari seperti berjalan, menulis, mengangkat dan berlari.
Jenis-Jenis Tulang Manusia Berdasarkan Bentuknya
Tubuh manusia tersusun dari berbagai macam tulang yang berbeda bentuk dan fungsinya. Setiap tulang memiliki bentuk yang disesuaikan dengan tugasnya, misalnya ada yang panjang untuk menggerakkan tubuh, ada yang pipih untuk melindungi organ, dan ada yang kecil untuk memperkuat sendi. Secara umum tulang manusia dibedakan menjadi lima jenis berdasarkan bentuknya, yaitu:
Tulang Panjang ( Ossa Longa)
![]() |
| Gambar Tulang Panjang Sumber: Google |
Tulang panjang memiliki bentuk memanjang seperti tabung dan bagian tengahnya disebut batang tulang. Ujung-ujungnya menebal dan berisi sumsum tulang yang berfungsi untuk membentuk sel darah merah. Fungsi utama tulang panjang adalah menopang berat badan dan membantu pergerakan tubuh. Contoh tulang panjang yaitu tulang paha (femur), Tulang lengan atas (hemerus), tulang betis (fibula), tulang hasta dan pengupil (radius dan ulna).
Tulang Pendek (Ossa Brevia)
Tulang pendek memiliki bentuk pendek dan hampir kubus, panjang, lebar, dan tebalnya hampir sama. Tulang jenis ini tidak banyak bergerak, tetapi kuat menahan tekanan. Fungsi utamanya adalah memberi kekuatan dan kestabilan pada bagian tubuh tertentu, terutama di bagian pergelangan tangan dan kaki. Contoh tulang pendek yaitu Tulang pergelangan tangan (karpal) dan Tulang pergelangan kaki (tarsal).
Tulang Pipih (Ossa Plana)
Tulang pipih memiliki bentuk lebar dan tipis seperti pelat. Tulang ini berfungsi melindungi organ tubuh bagian dalam dan menjadi tempat melekatnya otot-otot besar. Contoh tulang pipih yaitu Tulang tengkorak melindungi otak, Tulang rusuk melindungi paru-paru dan jantung, Tulang dada (sternum), Tulang belikat (skapula)
Tulang Sesamoid
Tulang sesamoid adalah tulang kecil yang tertanam di dalam tendon atau jaringan otot. Fungsinya untuk melindungi tendon dari tekanan berlebih dan membantu pergerakan sendi. Contoh tulang sesamoid yaitu Tulang tempurung lutut (patella), yang melindungi sendi lutut dan membantu pergerakan kaki
Tulang Tidak Beraturan (Ossa Irregularia)
Sesuai namanya, tulang ini memiliki bentuk yang tidak beraturan dan tidak termasuk ke dalam keempat jenis sebelumnya. Bentuknya disesuaikan dengan fungsinya masing-masing. Fungsi tulang tidak beraturan antara lain untuk melindungi organ vital dan menopang struktur tubuh yang kompleks. Contoh tulang tidak beraturan yaitu Tulang belakang (vertebrae) dan Tulang wajah (seperti tulang rahang bawah dan tulang hidung)
Untuk memahami lebih dalam materi macam macam bentuk tulang, mari kita menonton video berikut ini:
SENDI
Pengertian Sendi
Sendi adalah tempat pertemuan antara dua tulang atau lebih yang berfungsi untuk menghubungkan tulang dan memungkinkan terjadinya gerakan pada tubuh. Di antara tulang-tulang yang membentuk sendi terdapat cairan pelumas yang disebut cairan sinovial, yang berfungsi untuk mengurangi gesekan agar tulang dapat bergerak dengan halus. Tanpa sendi, tulang-tulang kita akan kaku dan tubuh tidak dapat bergerak bebas.
Fungsi Sendi
Sendi memiliki beberapa fungsi penting bagi tubuh manusia, yaitu:
- Menghubungkan antar tulang agar kerangka menjadi satu kesatuan yang kokoh.
- Memungkinkan pergerakan tubuh, seperti menekuk, memutar, atau meluruskan anggota tubuh
- Menjaga keseimbangan dan kelenturan tubuh saat beraktivitas
- Menahan beban tubuh, terutama pada bagian yang aktif bergerak seperti lutut dan pergelangan kaki.
Jenis-Jenis Sendi Berdasarkan Kemampuan untuk Digerakkan
Berdasarkan kemampuannya untuk digerakkan, sendi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu
Sendi Mati (Sinartrosis)
Sendi mati adalah sendi yang tidak dapat digerakkan sama sekali. Tulang-tulang pada sendi ini menyatu sangat kuat tanpa adanya rongga di antaranya. Fungsi utama sendi mati adalah melindungi organ tubuh yang penting. Contoh seperti Sendi pada tulang tengkorak kepala, yang menyatu rapat untuk melindungi otak
Sendi Kaku (Amfiartrosis)
Sendi kaku adalah sendi yang hanya dapat digerakkan sedikit atau terbatas. Tulang-tulang pada sendi ini dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang lentur. Sendi ini membantu tubuh bergerak sedikit tapi tetap stabil. Contohnya seperti Sendi pada tulang rusuk dan tulang dada, yang hanya bergerak sedikit saat kita bernapas dan Sendi pada tulang belakang (ruas-ruas tulang punggung), yang bisa sedikit menekuk dan berputar
Sendi Gerak (Diartrosis)
Sendi gerak adalah sendi yang dapat digerakkan secara bebas ke berbagai arah. Di antara tulang pada sendi gerak terdapat cairan sinovial sebagai pelumas, sehingga gerakan menjadi lebih mudah dan tidak menimbulkan gesekan keras. Sendi gerak inilah yang membuat tubuh manusia lentur dan aktif bergerak.
Contoh dan macam-macam sendi gerak:
- Sendi engsel → hanya bisa bergerak satu arah seperti pintu.
Contoh: sendi pada siku dan lutut. - Sendi peluru → memungkinkan gerakan ke segala arah.
Contoh: sendi pada bahu dan panggul. - Sendi putar → memungkinkan gerakan memutar.
Contoh: sendi antara tulang atlas dan tulang tengkorak (saat kita menoleh). - Sendi pelana → memungkinkan gerakan ke dua arah.
Contoh: sendi pada ibu jari tangan. - Sendi geser → memungkinkan gerakan menggeser antar tulang.
Contoh: sendi pada pergelangan tangan dan kaki.
Untuk memahami lebih dalam materi Penyesuaian Diri Tumbuhan dengan Lingkungannya, mari kita menonton video berikut ini:
Setelah mempelajari materi tersebut, mari kita asah pengetahuan yang sudah dimiliki dengan bermain kuis yang ada di bawah ini. Pilih jawaban yang benar untuk mendapatkan nilai, dan pilih "Mulai" untuk memulai bermain kuis.
.png)





.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar