PENYESUAIAN TUMBUHAN DENGAN LINGKUNGAN




Materi Ajar

 Penyesuaian Diri tumbuhan Dengan Lingkungannya


Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya, termasuk bentuk penyesuaian diri (adaptasi) tumbuhan terhadap kondisi habitat dan lingkungan untuk mempertahankan hidup. Peserta didik juga mampu memberi contoh adaptasi tumbuhan serta menjelaskan fungsi dari adaptasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari


Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  • Peserta didik mengenal pengertian penyesuaian diri (adaptasi) pada tumbuhan.
  • Peserta didik menjelaskan tujuan penyesuaian diri tumbuhan terhadap lingkungannya.
  • Peserta didik mengidentifikasi berbagai jenis habitat tumbuhan (air, gurun, tanah miskin nitrogen, dan air asin).
  • Peserta didik menjelaskan penyesuaian diri tumbuhan yang hidup di air beserta contohnya.

Tujuan Pembelajaran (TP)

  • Menjelaskan pengertian penyesuaian diri (adaptasi) pada tumbuhan
  • Menyebutkan tujuan penyesuaian diri tumbuhan terhadap lingkungannya.
  • Mengidentifikasi bentuk penyesuaian diri tumbuhan berdasarkan habitatnya (air, gurun, tanah miskin nitrogen, dan air asin).
  • Memberikan contoh tumbuhan sesuai dengan habitatnya dan menjelaskan bentuk adaptasinya.



Penyesuaian Diri Tumbuhan dengan Lingkungannya
Tumbuhan hidup di berbagai lingkungan yang berbeda-beda, seperti daerah yang kering, berair, tanah yang kurang subur, maupun daerah pantai yang airnya asin. Setiap lingkungan memiliki kondisi yang tidak sama, seperti ketersediaan air, jenis tanah dan suhu udara. Meskipun tidak dapat berpindah tempat, tumbuhan tetap mampu bertahan hidup dengan cara menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Kemampuan tumbuhan untuk menyesuaikan diri inilah yang disebut penyesuaian diri atau adaptasi. Tujuan adaptasi pada tumbuhan adalah untuk memperoleh air dan zat hara, mengurangi penguapan air, melindungi diri dari lingkungan yang ekstrem, membantu proses fotosintesis, serta memastikan tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di habitatnya.

1. Penyesuaian Diri Tumbuhan dengan Habitatnya
Penyesuaian diri tumbuhan dengan habitatnya merupakan kemampuan tumbuhan untuk menyesuaikan bentuk dan bagian tubuhnya agar dapat hidup di lingkungan tertentu. Setiap habitat memiliki kondisi yang berbeda seperti ketersediaan air, jenis tanah, suhu dan cahaya matahari. Oleh karena itu tumbuhan melakukan adaptasi agar dapat bertahan hidup. 

a. Tumbuhan yang Hidup di Air

Gambar Tumbuhan Teratai
Sumber: Gayamnews.com

Tumbuhan yang hidup di air disebut tumbuhan air. Tumbuhan ini hidup mengapung di permukaan air atau tumbuh di dalam air. Karena hidup di air, tumbuhan ini tidak memerlukan akar yang kuat untuk menopang tubuhnya. Akar tumbuhan air biasanya pendek dan berfungsi lebih untuk menyerap zat hara daripada sebagai penyangga.
Daun tumbuhan air umumnya lebar dan tipis agar dapat mengapung di permukaan air serta menerima cahaya matahari dengan baik. Batangnya berongga dan berisi udara sehingga membantu tumbuhan tetap mengapung. Dengan penyesuaian tersebut, tumbuhan air dapat bertahan hidup dan melakukan fotosintesis dengan baik. contoh tumbuhan yang hidu di air adalah Teratai, enceng gondok, kangkung air dll.

b. Tumbuhan yang Hidup di Gurun

Tumbuhan Kaktus
Sumber: HaloEdukasi.com

Tumbuhan yang hidup di gurun menghadapi kondisi lingkungan yang sangat panas dan kekurangan air. Oleh karena itu, tumbuhan gurun memiliki penyesuaian diri khusus untuk mengurangi penguapan air. Daun tumbuhan gurun biasanya berubah menjadi duri. Duri berfungsi untuk mengurangi penguapan dan melindungi tumbuhan dari hewan pemakan tumbuhan.
Batang tumbuhan gurun tebal dan berfungsi untuk menyimpan air. Akar tumbuhan gurun tumbuh panjang dan menyebar luas agar dapat menyerap air dari dalam tanah. Penyesuaian ini membantu tumbuhan gurun bertahan hidup meskipun jarang mendapat air. contoh Tumbuhan yang hidup di gurun adalah kaktus dan kurma.

c. Tumbuhan yang Hidup di Tanah Miskin Nitrogen
Gambar Kantong Semar
Sumber: Mounture.com

Tanah miskin nitrogen adalah tanah yang kekurangan zat hara penting bagi tumbuhan. Tumbuhan yang hidup di tanah ini memiliki cara unik untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Beberapa tumbuhan menangkap dan mencerna serangga sebagai sumber nitrogen tambahan.
Tumbuhan kantong semar merupakan tumbuhan yang dapat beradaptasi pada kondisi tanah yang kurang baik, misalnya kandungan nitrogen yang sangat sedikit. 
Memiliki daun yang berubah bentuk menjadi perangkap serangga. Setelah serangga tertangkap, tumbuhan akan mencerna serangga tersebut untuk memperoleh zat hara. Penyesuaian ini memungkinkan tumbuhan tetap hidup meskipun tanah tempat tumbuhnya miskin unsur hara.

d. Tumbuhan yang Hidup di Air Asin

Gambar Tanaman Bakau
Sumber: Merdeka.com

Tumbuhan yang hidup di air asin biasanya ditemukan di daerah pantai atau muara sungai. Tumbuhan ini harus mampu bertahan terhadap kadar garam yang tinggi dan tanah yang berlumpur. Oleh karena itu, tumbuhan air asin memiliki akar yang kuat dan menyembul ke permukaan tanah untuk membantu pernapasan.
Selain itu, beberapa tumbuhan air asin mampu mengeluarkan kelebihan garam melalui daun. Daunnya tebal dan kuat untuk mengurangi kehilangan air. Penyesuaian ini membantu tumbuhan air asin tetap hidup di lingkungan dengan kadar garam yang tinggi. contoh tumbuhan yang hidup di air asin adalah bakau, api-api, pedada dll.


2. Penyesuaian diri tumbuhan untuk melindungi diri
Tumbuhan tidak dapat berpindah tempat seperti hewan. Oleh karena itu, tumbuhan memiliki cara khusus untuk melindungi diri dari gangguan, terutama dari hewan pemakan tumbuhan. Cara tumbuhan melindungi diri ini merupakan bentuk penyesuaian diri atau adaptasi. Penyesuaian diri tersebut membantu tumbuhan agar tetap dapat hidup dan berkembang dengan baik di lingkungannya. Cara tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

a. Duri

Gambar Tumbuhan Mawar
Sumber: Google

Beberapa tumbuhan memiliki duri pada batang atau daunnya. Duri berfungsi untuk melindungi tumbuhan dari hewan yang ingin memakan bagian tumbuhan tersebut. Dengan adanya duri yang tajam, hewan akan merasa sakit jika mencoba memakan tumbuhan tersebut sehingga enggan mendekat.
Selain sebagai alat perlindungan, pada beberapa tumbuhan duri juga berfungsi untuk mengurangi penguapan air. Hal ini sangat bermanfaat bagi tumbuhan yang hidup di daerah kering. Dengan demikian, duri membantu tumbuhan bertahan hidup dari gangguan hewan dan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.

b. Racun

Gambar Tumbuhan Kecubung
Sumber: Biodiversity Warriors

Beberapa tumbuhan melindungi diri dengan menghasilkan racun. Racun terdapat pada bagian tumbuhan seperti daun, batang, buah, atau getah. Racun tersebut dapat menyebabkan rasa gatal, sakit, atau keracunan jika dimakan oleh hewan atau manusia.
Dengan adanya racun, hewan akan menghindari tumbuhan tersebut karena berbahaya bagi tubuhnya. Penyesuaian diri berupa racun ini membuat tumbuhan tidak mudah dimakan dan tetap dapat bertahan hidup di lingkungannya. Contoh tumbuhan yang melindungi diri dengan menggunakan racun adalah kecubung dan jarak

c. Mengatupkan Daun

Gambar Tumbuhan Putri Malu
Sumber: Alodokter

Putri malu adalah contoh tumbuhan melindungi diri dengan cara mengatupkan atau menutup daun saat disentuh. Ketika daunnya menutup, tumbuhan tampak layu sehingga tidak menarik bagi hewan pemakan tumbuhan.
Penutupan daun ini juga dapat melindungi tumbuhan dari kerusakan akibat sentuhan atau gangguan. Gerakan mengatupkan daun merupakan salah satu bentuk penyesuaian diri tumbuhan untuk mempertahankan diri dari lingkungan sekitarnya.


Untuk memahami lebih dalam materi Penyesuaian Diri Tumbuhan dengan Lingkungannya, mari kita menonton video berikut ini:



Mari kita asah pemahaman materi tentang Penyesuaian Diri Tumbuhan dengan Habitatnya dengan mengerjakan assessment berikut ini:




DAFTAR PUSTAKA
  • Buku IPAS BUPENA kelas 6





Tidak ada komentar:

Posting Komentar